PEMANFAATAN DAUN PEPAYA SEBAGAI TAMBAHAN PAKAN AYAM.
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan nikmat sehat sehingga penulis dapat menyelesaikan
karya tulis berjudul. Karya tulis ini terselesaikan tak lepas dari bantuan
berupa materiil ataupun jasa dari berbagai pihak.
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan karya tulis ilmiah
ini. Kami mohon kritik dan saran dari rekan-rekan semua yang bersifat positif,
karena kami sadar bahwa karya tulis yang kami buat masih jauh dari sempurna
supaya dapat lebih baik dalam pembuatan karya-karya yang
selanjutnya.
Karena itu, penulis mengucapkan
terimakasih kepada :
1. Bapak
Indrotomo S.Pd., M.Pd. Kepala SMP Negeri 2 Temanggung,
2. Ibu
Ariyati S.Pd., Ibu Haryati S.S., dan Ibu Tri Eli sebagai guru pembimbing,
3. Ayah,
Ibu, dan keluarga yang senantiasa memberikan dukungan,
4. Narasumber-narasumber
yang meluangkan waktunya,
5. Teman-teman
yang memberi semangat,
6. Dan
pembaca yang budiman.
Penulis
berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Demikian
. Terimakasih.
MOTO DAN PERSEMBAHAN
A. Persembahan
Ø Kepada Bapak Indrotomo S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMP
N 2 TEMANGGUNG,
Ø Kepada Ibu Ariyati, selaku pembimbing yang telah
membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan karya ilmiah ini,
Ø Kepada Bapak Ibu guru yang telah mendidik kami dengan
penuh kesabaran dan ketulusan,
Ø Kepada orang tua dan keluarga kami tercinta yang telah
memberikan semangat dan doa kepada kami,
Ø Kepada teman-teman yang telah ikut serta membantu
dalam penyelesaian karaya ilmiah ini.
B. Motto
Ø Siapa yang meninggalkan (proses) pembelajaran pada
masa mudanya, maka bertakbirlah empat kali bagi kematiannya. (Imam
Syafi’i)
Ø Belajarlah, karena seseorang itu tidak dilahirkan
dengan berpengetahuan. (Imam Syafi’i)
Ø Biasakan yang benar jangan benarkan yang biasa. (Moh.
Hatta)
Ø Temui seseorang untuk pertama kalinya sambil
tersenyum, maka orang itu akan merasa telah mengenal anda selama puluhan
tahun. (Helen Keller)
Ø Lihatlah apa isi pembicaraan, jangan lihat siapa yang
berbicara. (Ali bin Abi tholib r.a)
BAB I
A. LATAR
BELAKANG
Penyakit cacingan atau helminthiasis umumnya
kurang disadari oleh peternak karena terkadang cacingan tidak menimbulkan
kematian yang mendadak dan tinggi. Ayam yang terinfeksi cacingan pun tidak
menunjukkan gejala klinis yang menciri. Pada banyak kasus, cacingan pada ayam
menimbulkan beberapa kerugian seperti penurunan efisiensi ransum dan produksi
telur. Cacing yang sering meyerang ayam secara umum terdiri dari 2 jenis
yaitu cacing gilik (Ascaridia sp, Heterakis
sallinae, Syngamus trachea, Oxyspirura mansonii)
dan cacing pita (Raillietina sp, Davainea sp).
(Faishal,2012)
Ayam yang terkena helminthiasis akan
terlihat tetap kurus meskipun banyak makan. Hal ini bisa menjadi sangat
merugikan, karena kita telah mengeluarkan banyak uang untuk membeli pakan ayam,
namun ayam tidak bertambah gemuk juga. Daun papaya dapat menjadi salah satu
alternative untuk menyudahi masalah ini.
Pepaya (Carica
papaya L.), atau betik adalah
tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian
utara dan Amerika bagian Selatan. Namun kini tanaman papaya menyebar luas dan
banyak ditanam di seluruh daerah tropis, tak terkecuali di
Indonesia.
Papaya adalah tanaman serba guna. Selain
menghasilkan buah papaya yang segar dan banyak mengandung manfaat, getah dari
tanaman papaya juga dapat dijadikan bahan kosmetik, dan lainnya. Tidak terkecuali,
daun papaya pun juga mengandung banyak manfaat. Daun pepaya dapat digunakan
sebagai obat cacing, dan juga sebagai penambah nafsu makan bagi manusia dan
hewan. Jarang sekali orang mengetahui manfaat daun pepaya. Maka dari itu, kami
mengangkat tema Pemanfaatan Daun Pepaya Sebagai Tambahan Pakan
Ayam untuk membuktikan bahwa daun pepaya dapat digunakan sebagai
alternatif murah dan mudah untuk menciptakan ayam yang sehat dan menguntungkan
bagi kita, konsumer maupun peternak ayam.(Anonim,2012)
B. RUMUSAN
MASALAH
Adapun
rumusan masalah dari penelitian karya ilniah ini adalah :
· Apa manfaat daun papaya
sebagai tambahan pakan ayam?
· Berapa dosis tambahan
daun papaya sebagai tambahan pakan ayam yang baik dan benar?
· Bagaimana cara pengolahan daun
papaya sebagai tambahan pakan ayam yang baik dan benar?
C. TUJUAN
PENULISAN
· Mengetahui manfaat daun
papaya terhadap ayam.
· Mengetahui dosis tambahan daun
papaya yang baik dan benar sebagai tambahan pakan ayam.
· Mengetahui bagaimana
cara mengolah daun papaya sebagai tambahan pakan ayam.
D. MANFAAT
KARYA TULIS
Adapun manfaat penelitian ini adalah :
1. Bagi Penulis
Sebagai kesempatan yang baik untuk menerapkan
berbagai teori yang telah didapatkan dan sebagai sarana untuk menambah wawasan
dibidang biologi.
2. Bagi Masyarakat
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat
sebagai informasi mengenai pemanfaatan daun papaya sebagai tambahan pakan ayam yang
berguna untuk menggemukkan ayam.
BAB II
KAJIAN TEORI
Pepaya (Carica papaya L.) merupakan
tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Pepaya menyerupai palma, bunganya
berwarna putih dan buahnya yang masak berwarna kuning kemerahan. Tinggi pohon
pepaya dapat mencapai 8 sampai 10 meter dengan akar yang kuat. Helaian daunnya
menyerupai telapak tangan manusia. Apabila daun pepaya tersebut dilipat menjadi
dua bagian persis di tengah, akan nampak bahwa daun pepaya tersebut simetris.
Adapun
klasifikasi ilmiah dari papaya, adalah :
Kerajaan : Plantae (tidak
termasuk Eudicots dan Rosids)
Ordo : Brassicales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : C. papaya
Ordo : Brassicales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : C. papaya
Papaya adalah tanaman serba guna. Selain
menghasilkan buah papaya yang segar dan banyak mengandung manfaat, getah dari
tanaman papaya juga dapat dijadikan bahan kosmetik, dan lainnya. Tidak
terkecuali, daun papaya pun juga mengandung banyak manfaat. Didalam daun papaya,
terdapat berbagai macam zat, antara lain : - Vitamin A 18250 SI - Vitamin B1
0,15 mg - Vitamin C 140 mg - Kalori 79 kal - Protein 8,0 gram - Lemak 2 gram -
Hidrat Arang 11,9 gram - Kalsium 353 mg - Fosfor 63 mg - Besi 0,8 mg - Air 75,4
gram –(Anonim 2011) dan juga Kandungan carposide pada
daun pepaya berkhasiat sebagai obat cacing. Selain dapat dimanfaatkan sebagai
obat cacing, daun papaya ini, selain rasanya juga pahit, ternyata memiliki
berbagai manfaat lain seperti :
1. Penambah Nafsu Makan
2. Melancarkan Pencernaan
3. Digunakan Untuk Obat Jerawat
4. Mengurangi Nyeri Haid
5. Antikanker, dll. (Ahira,2011)
Menurut kamus bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan pemanfaatan
adalah suatu proses, cara, dan perbuatan memanfaatkan. Maksudnya
disini adalah, suatu proses dimana kita memanfaatkan sesuatu menjadi lebih
bermanfaat.
Pakan ayam
Pada umumnya, pengertian pakan digunakan untuk hewan. Berkaitan
dengan pakan, maka dihadapkan pada masalah-masalah kuantitatif, kualitatif,
kontinuitas dan keseimbangan zat pakan yang terkandung di dalamnya.
Bahan pakan ayam (bahan makanan ternak ayam) adalah segala sesuatu
yang baik diberikan kepada ayam (organic maunpun non organic) yang sebagaian
atau seluruhnya dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan pencernaan.
Zat pakan (zat makan ) adalah bagian dari bahan pakan yang dapat
dicerna, dapat diserap, dan bermanfaat bagi tubuh. (ada 6 macam zat pakan ;
air, mineral, karbohidrat, protein dan vitamin)
BAB III
Pembahasan
A. Menggunakan daun
papaya sebagai tambahan pakan ayam dapat menambah berat badan ayam
Tanaman pepaya hampir semua bagiannya mulai dari akar, daun, getah
sampai biji secara empiris sudah dipergunakan sebagai antelmentik. Diduga, zat
aktif dalam pepaya adalah papain, karpain dan karposit. Papain adalah enzim
proteolitik yang telah dikenal sebagai pelunak daging. Zat tersebut melakukan
proses pemecahan jaringan ikat yang disebut proses proteolitik. Semakin banyak
protein yang dipecah, daging yang dihasilkan semakin lunak. Papain sebagai
antelmentik juga bekerja seperti dalam proses melunakkan daging. Papain
melemaskan cacing dengan cara merusak protein tubuh cacing dan cacing akan
keluar dalam keadaan hidup. Hal tersebut menunjukkan bahwa papain bekerja
sebagai vermifuga. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Anonim (2007) yang
menyatakan bahwa vermifuga merupakan obat-obatan yang melumpuhkan cacing dan
cacing dikeluarkan dalam keadaan hidup.
Pemeriksaan
efek antelmentik papain kasar terhadap cacing lambung Haemonchus contortus
secara in vivo pada ayam terinfeksi dilakukan. Hasilnya menunjukkan
bahwa pemberian papain kasar sampai 0,6 g / kg bobot badan menyebabakan
penurunan jumlah cacing dan telurnya.
Ipteknet (2007) menyatakan bahwa tanaman papaya mengandung papain
yang dapat memanjangkan daya cerna pepsin sehingga pencernaan lebih sempurna.
Papain mempunyai daya anti cacing pita, cacing gelang, cacing keremi dan cacing
tambang.
Enzim papain merupakan enzim yang terdapat dalam getah papaya.
Enzim papain bersifat proteolitik yaitu mengkatalis ikatan peptida pada protein
menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana seperti dipeptida asam amino.
Kualitas getah sangat menentukan aktivitas proteolitik dan kualitas tersebut
tergantung pada bagian tanaman asal tersebut. Berdasarkan penelitian yang sudah
dilakukan, bagian tanaman yang mengandung getah dengan kualitas aktivitas
proteolitik yang baik ada pada bagian buah, batang dan daun. Sifat enzim papain
antara lain dapat bekerja optimum pada suhu antara 50 – 60 o C dan pH 5 – 7,
serta memilki aktifitas proteolitik antara 70 – 1000 unit / gram. Aktivitas
enzim selain dipengaruhi oleh proses pembuatannya juga dipengaruhi oleh umur
dan jenis varietas pepaya yang digunakan.
Papain merupakan satu dari enzim paling kuat yang dihasilkan oleh
seluruh bagian tanaman pepaya. Enzim adalah molekul kompleks yang diproduksi
makhluk hidup untuk mempercepat reaksi kimia dalam sel. Pada pepaya, getah
termasuk enzim proteolitik dan protein dasarnya memecah protein menjadi pepton.
Kadar papain dan kimopapain dalam pepaya muda berturut-turut adalah 10 % dan 45
%. Kimopapain merupakan enzim yang paling banyak terdapat dalam getah pepaya.
Daya kerjanya mirip dengan papain, tetapi mempunyai daya tahan panas yang lebih
besar. Kimopapain lebih tahan terhadap keasaman tinggi, bahkan stabil dan masih
aktif pd pH 2,0. Kedua enzim ini memiliki kemampuan menguraikan ikatan-ikatan
dalam molekul protein, sehingga protein terurai menjadi polipeptida dan
dipeptida. Hal tersebut jika bekerja pada cacing maka enzimnya akan menguraikan
protein tubuh cacing, sehingga cacing menjadi lemas dan akan dikeluarkan dalam
keadaan hidup (vermifuga).
Bouchut (1879) menyatakan bahwa karpain merupakan senyawa alkaloid
bercincin laktonat dengan tujuh kelompok rantai metilen. Karpain efektif dalam
menghambat kinerja beberapa mikroorganisme. Karpain mencerna mikroorganisme dan
mengubahnya menjadi senyawa turunan pepton. Inang pun kekurangan makanan
danmati. Ramsamawy dan Sirsi menyatakan bahwa jumlah senyawa karpain dalam
getah pepaya mencapai 0,4 % serta membuktikan bahwa dosis 0,01 % karpain dalam
ethanol dapat menghambat perkembangan lymphoid dan lymphosis leukimia.
Karpain yang merupakan senyawa alkaloid, bekerja efektif mencerna
mikroorganisme, sehingga inang kekurangan makanan. Hal tersebut juga terjadi
pada cacing nematoda Haemonchus contortus. Akibat karpain, maka protein tubuh
cacing dicerna, sehingga cacing akan lemas dan akan keluar dari tubuh inang
dalam keadaan hidup (bekerja sebagai vermifuga). Menurut Ipteknet (2007) pada
daun, akar dan buah terdapat karpain yang efektif sebagai anti cacing.
Karposit merupakan senyawa yang terdapat dalam getah pepaya.
Kandungan karposit lebih banyak terdapat pada daun pepaya. Karposit mempunyai
fungsi yang hampir sama dengan papain dan karpain. Karposit merupakan senyawa
yang aktif sebagai peluruh cacing nematoda Haemonchus contortus . Karposit
bersama dengan papain dan karpain merusak protein tubuh cacing. Hal tersebut
akan melemaskan cacing sehingga cacing keluar dalam keadaan hidup. Karposit merupakan
antelmentik yang bekerja sebagai vermifuga. Ipteknet (2007) menyatakan bahwa
kandungan carposide (karposit) pada daun pepaya berkhasiat sebagai obat cacing.
Kandungan pepaya papain, karpain dan karposit mempunyai fungsi
sebagai peluruh cacing nematoda, khususnya Haemonchus Contortus pada ternak
kambing dan domba. Papain, karpain dan karposit menguraikan dan mencerna
protein tubuh cacing sehingga cacing akan lemas. Getah pepaya tersebut bekerja
sebagai vermifuga.
B. Dosis tambahan daun
papaya yang baik dan benar
Dosis tambahan daun papaya untuk pakan ayam yang benar dapat kita
lihat pada pembahasan ini.
|
40 %
|
Katul
|
400 gram
|
|
20 %
|
Jagung
|
200 gram
|
|
30 %
|
Daun papaya
|
300 gram
|
|
10 %
|
Konsentrat
|
100 gram
|
NB : 1 kg pakan ayam digunakan untuk 60 ekor ayam untuk ayam
pedaging.
C. Cara pengolahan daun
papaya sebagai tambahan pakan ayam yang baik dan benar
Cara pengolahan daun papaya sebagai tambahan pakan ayam yang baik
dan benar adalah sebagai berikut.
- Cara
pertama :
1. Ambil 3 lembar daun papaya.
2. Keringkan daun papaya
tersebut sampai daun berwarna coklat.
3. Hancurkan dengan menggunakan
tangan.
4. Campurkan dengan pakan pokok
ayam kurang lebih 1 kilogram.
- Cara
Kedua:
1. Ambil 3 lembar daun papaya
2. Potong halus daun papaya
tersebut.
3. Rebus dengan air sampai
matang.
4. Campur dengan 1 kilogram
pakan pokok ayam yang di tumbuk dengan sedikit air matang.
BAB IV
Kesimpulan dari
pembuatan Karya Ilmiah Remaja ini adalah:
1. Daun papaya yang salah satu
manfaatnya adalah untuk menambah nafsu makan, juga sebagai obat cacing,
ternyata dapat menimbulkan dampak penggemukan bagi ayam dengan cara pengolahan
yang benar dan pemberian dosis yang tepat.
2. Dosis daun papaya untuk
tambahan pakan ayam yaitu sebanyak 40 % katul, 20 % jagung, 30 % daun papaya,
10% konsentrat.
3. Cara pengolahan daun papaya
yang baik dan benar yaitu dengan mengeringkan dahulu daun papaya yang kemudian
dicampur dengan katul atau dengan memotong halus daun papaya yang telah
dicampur dengan air panas dan kemudian dicampur dengan katul.
Lampiran
Wawancara I
Narasumber : Bapak Siswanto.
(swasta)
Waktu :
1 Februari 2012.
Alamat :
Candimulyo, Kedu, Temanggung.
1. Apa
alasan bapak menggunakan daun papaya sebagai pakan ayam?
Untuk konsumsi tambahan karena mahalnya harga pakan ayam
yang utama seperti BR atau katul.
2. Dari
mana bapak tahu bahwa daun papaya dapat dijadikan pakan ayam?
Dari teman yang bekerja di Dinas Peternakan.
3. Apa
manfaat dari penggunaan daun papaya sebagai pakan ayam?
Untuk menambah nafsu makan ayam agar lebih gemuk dan juga
bisa membunuh cacing-cacing pada ayam.
4. Apakah
bapak tahu kandungan yang terdapat pada daun papaya sehingga dapat dijadikan
pakan ayam? Dan jika tahu berikan penjelasan!
Daun papaya mengandung protein nabati yang dapat membantu
meningkatkan nafsu makan pada ayam.
5. Dan
bagaimana cara pembuatan atau prosesnya?
Daun papaya dipotong halus kemudian direbus dengan air
sampai matang lalu campur dengan katul yang ditumbuk dengan sedikit air matang.
Atau daun papaya di jemur sampai kering lalu dihaluskan dan dicampur dengan
katul.
6. Sudah
berapa lama bapak menggunakan cara ini?
Sudah beberapa bulan ini.
7. Apa
hasil yang diperoleh setelah menggunakan daun papaya sebagai pakan ayam?
Ayam menjadi lebih sehat, lebih agresif dan nafsu makan
bertambah sehingga menjadi lebih gemuk.
8. Kenapa
bapak menggunakan daun papaya dan bukan daun atau tanaman yang lain?
Karena daun papaya mudah ditemukan dan murah malah gratis
juga ya, karena saya mengambil dari kebun.
